Terbebas dari Lorong Hitam: Penyembuhan & Semangat Baru

Tahun 2000 yang jadi tahun millenium, untuk pertama kalinya Slank mendapat tawaran manggung di luar negeri yaitu Jepang. Hal inilah yang semakin memotivasi ketiga personil Slank yang masih terjerat narkoba untuk sembuh. Awalnya, Slank mendapat rekomendasi penyembuhan candu narkoba dari Pay (mantan gitaris Slank) yang lebih dulu sembuh. Jadi pada waktu itu, Pay datang ke Potlot mengisahkan tentang kesembuhan dirinya dan meninggalkan secarik kertas potongan koran berisi nama dan alamat tempat ia berobat.

 

Akhirnya Slank mencoba untuk berobat ke Teguh Wijaya yang direkomendasikan Pay, dengan metode obat Cina. Bermodal kesabaran dan ketekunan, Kaka, Bimbim dan Ivanka akhirnya berhasil sembuh dari drugs dan di tanggal 8 Februari 2000 Slank merilis kebulatan tekad, mengukuhkan diri bersih narkoba. Slank pun makin rajin manggung dan melangsungkan proses rekaman untuk album ke-10.

Di tahun 2001 dirilislah album Virus dengan semangat Slank yang baru, Slank yang bebas dari drugs. Lagu andalan dari album ini adalah lagu Virus, Jakarta Pagi Ini dan #1. Di album yang menampilkan personil Slank bertelanjang dada ini, hadir pula lagu-lagu bertema 4 unsur yang selalu ada di album Slank, yakni cinta, alam, sosial dan pergerakan anak muda. Bonus untuk pembelian album Virus adalah sebuah tattoo logo Slank dan kalender mini.

 

Kesuksesan album Virus, mengundang Slank untuk menjalani tour konser Virus Road Show 22 Kota di Indonesia yang hasil dokumentasinya, bisa dilihat dan didengar di album live kompilasi kedua Slank yang berjudul Slank Virus Road Show yang diluncurkan di tahun 2002 dengan tambahan satu lagu baru berjudul I Miss You But I Hate You.

Bonus pembelian album Slank Virus Road Show adlah Koran2xan Slank yang akhirnya ditetapkan sebagai media penyampaian informasi terhadap Slankers yang bisa didapat secara berkala setiap bulannya. Pada akhirnya, tabloid yang awalnya koran-koranan itu bermetamorfosis menjadi Koran Slank atau Kans. Sebelum Koran Slank, di tahun ‘90an juga Slank menerbitkan tabloid bernama Buletin Slank. Nama bullet in dipakai sebagai simbol agar para Slankers melingkari (buletin) jadwal kegiatan Slank di kalender mereka masing-masing.

TOP