Tahun 1998 bisa dibilang tahun produktifnya Slank. Di pertengahan tahun atau tepatnya di Hari Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1998 Slank kembali meluncurkan album ke-8 yang diberi judul Mata Hati Reformasi dengan desain cover yang mengartikan makna dari judul album tersebut.
Sedikit berbeda dari album sebelumnya, di album ini Slank tampil lebih garang dengan sajian musik keras dan kritik tajam terhadap sistem pemerintahan saat itu. Spesial untuk Slankers, Slank juga menelurkan VCD Karaoke yang berisi lagu-lagu kompilasi dari album pertama yang direkam ulang oleh Slank Formasi 14. Album ini diterbitkan dalam 2 seri yang diberi judul Slank X 1 dan Slank X 2.
Meski ketiga personilnya (Bimbim, Kaka dan Ivanka) masih terjangkit narkoba, Slank tetap bersemangat dalam berkarya. Di tahun 1999 Slank menggebrak blantika musik Tanah Air dengan merilis double album, berjudul 999+09 Biru dan 999+09 Hitam. Album kembar yang proses pembuatannya dilakukan di 3 tempat berbeda ini, mengandalkan lagu Bintang Kesiangan dan Orkes Sakit Hati sebagai jagoan dengan kantong saku Slank sebagai bonus pembelian album original.