Era Produktif: Dominasi Chart, Kolaborasi, & Ekspansi Internasional

Slank semakin eksis dengan merilis album baru setiap tahun. Di tahun 2003, album ke-11 Slank bertajuk Satu-Satu resmi diterbitkan. Lagu berjudul Bulan Bintang, Gara-Gara Kamu dan Jembatan Gantung menjadi hits untuk album yang cover depannya menampilkan logo Slank berbentuk es ini. Lagu Bulan Bintang juga ikut serta dalam soundtrack untuk film Novel Tanpa huruf R dan Slank mengajak artis-artis muda untuk tampil dalam video klip Jembatan Gantung.

Bonus yang diselipkan di album ini adalah sebuah kondom, sebagai simbol keikutsertaan Slank dalam mendukung kampanye anti HIV/AIDS. Kesuksesan album ke sebelas ini juga diikuti dengan penghargaan AMI Award lewat kategori Album Rock Terbaik. Setelah album Satu-Satu sukses di pasaran, Slank menyelenggarakan konser keliling dengan tema Satu-Satu Live Tour.

Beberapa lagu yang dimainkan di konser tersebut, kemudian diikut sertakan dalam album live ketiga Slank berjudul Bajakan. Album live ketiga SLANK yang di dalamnya terdapat 3 lagu baru yaitu Bendera 1/2 Tiang, That’s All, dan Shout Asia ini, diberi judul Bajakan karena album ini merupakan bentuk kegelisahan Slank terhadap aksi pembajakan yang terjadi di Tanah Air. Jadi dengan kata lain, Slank membajak karyanya sendiri.

Pengalaman pertama juga untuk Slank bisa berkolaborasi dengan musisi luar negeri, untuk single Shout Asia. Adalah Yoon Band, band asal Korea Selatan yang namanya sangat tenar di negara asalnya yang berkolaborasi dengan Slank dan mewujudkan kerjasama 2 negara lewat musik.

Tahun berikutnya, Slank kembali menggelar tour konser bersama grup band Naif. Di konser yang bertajuk Road To Peace 24 Kota ini, Slank tampil membawakan lagu-lagu terbaru yang kemudian direkam dan dirilis dalam album bertajuk Road To Peace. Sebuah album baru yang hampir semua lagunya direkam secara live di atas panggung dan jadi album ke-12 Slank.

Lagu andalan dari album ini adalah Mars Slankers yang didedikasikan untuk Slankers sedunia. Selain itu, terdapat pula lagu Amrozy Gitting hasil kolaborasi Slank bersama Naif. Untuk pembelian album originalnya, Slankers akan mendapat poster dan masker Slank.Di tahun yang sama, Slank juga terpilh untuk mewakili Indonesia dalam acara MTV Asia Aid di Thailand. Dalam event kemanusiaan dunia tersebut, Slank membawakan sebuah lagu yang diambil dari album Satu-Satu berjudul Karikatur.

Tak lama berselang, Slank kembali meluncurkan album baru bertitle PLUR singkatan dari Peace Love Unity Respect yang jadi semboyan baru dari Slank. Lagu Slank yang paling dikenal banyak orang yakni Ku Tak Bisa, jadi andalan di album ini. Bukan Cuma itu, Slank juga me-recycle lagu milik Ismail Marzuki berjudul Juwita Malam dalam 2 versi. Slank juga memberikan sebuah stiker dan poster kalender sebagai bonus pembelian album PLUR.

Di awal tahun 2005, Slank mendapat kesempatan untuk tour konser bareng musisi legendaris Indonesia yaitu Iwan Fals dan untuk pertama kalinya pula, Slank dinobatkan sebagai Icon dari MTV Indonesia. Aksi panggung Slank di konser Soundrenaline Reborn Republic juga dirilis dalam bentuk DVD.

Menjelang akhir tahun 2005 SLANK mendapat undangan dari The May 18 Memorial Foundation untuk show di kota Gwangju, Kore Selatan tepatnya tanggal 7 Oktober 2005 dalam acara bertajuk Echo of Music Concert. Dalam konser ini SLANK membawakan 2 buah lagu yaitu Bang-Bang Tut dan VIRUS (english version).

Di penghujung tahun 2005, SLANK merilis album studio ke-14 yang diberi judul SLANKISSME yang merupakan ambigu dari kalimat “SLANK Kiss Me, SLANK Is Me, dan SLANKISME.” Ke-13 lagu yang terdapat di album ini juga menjadi sebuah Manifesto SLANK13 Ajaran yang Nggak Sempurna yang sudah semestinya diketahui para Slankers. Kenapa dibilang nggak sempurna?!? Karena kesempurnaan hanyalah milik Tuhan. Single terbaru dari album ini adalah lagu SBY yang merupakan singkatan dari Sosial Betawi Yo’i dengan aransemen musik bernuansa betawi dengan video klip yang mengikutsertakan ondel-ondel dan tambahan Ridho yang menggunakan kaos bergambar wajah (alm) Benyamin.S. Selain itu, lagu berjudul Gak Ada 2-nya juga dibuatkan video klip animasi yang didalamnya nggak menampilkan personil SLANK sama sekali. SLANK juga membuatkan video klip untuk lagu Yang Manis dan bonus untuk pembelian album bercover ilustrasi lagu SLANKISSME ini adalah gantungan hp SLANK.

Tahun 2006 bisa dibilang jadi tahun tersibuk SLANK. Selain melakukan promo untuk album SLANKISSME dengan menggelar konser SLANKISSME 22 kota, SLANK juga berkesempatan untuk berangkat ke Jepang dalam rangka konser amal bertajuk Charity FOr Sumatera tepatnya tanggal 2 Januari 2006. Selain itu, SLANK juga sibuk menjalani tour konser di beberapa kota di Jawa Barat dalam acara bertajuk Ngejinggo Bareng SLANK yang dipersembahkan sebuah produsen rokok yakni Minak Jinggo. Selain tour konser, SLANK juga melakukan kegiatan bakti sosial untuk membangun pedesaan. Bukan cuma itu,di tahun ini SLANK juga merilis album bertajuk SLANK Since 1983 yang berisi lagu-lagu kompilasi dari hits-hitsnya SLANK untuk dipasarkan di Negara tentangga yaitu Malaysia, sekaligus melakukan promo di Negeri Jiran tersebut.

Masih di tahun yang sama, SLANK mendapat pengalaman baru yang pastinya berkesan, yaitu tampil mengisi acara di 5 tempat di beberapa kota di Amerika berkat undangan mahasiswa Indonesia di sana. Hal ini juga dimanfaatkan SLANK untuk memperkenalkan musik SLANK ke seluruh dunia. SLANK membawa cd album SLANK yang berisi lagu-lagu dalam bahasa Inggris dengan harapan album tersebut dapat dirilis di Eropa. Kesempatan pun datang kala SLANK kedatangan 2 produser sekaligus dalam konser di 5 tempat tersebut. Produser tersebut adalah Blues Saraceno yang nggak lain adalah mantan gitaris grup musik Poison, yang juga guru gitarnya RIdho kala Ridho menuntut ilmu di Musician Institute Hollywood. Satunya lagi adalah seorang produser asal Kanada yang juga hadir bersama vokalis grup musik Crowned King, yaitu Shawn Frank yang pernah berkolaborasi dengan SLANK kala konser Soundrenaline tahun 2005 digelar di Bali. Begitu melihat penampilan SLANK secara langsung, mereka berdua sangat tertarik dengan musik yang SLANK mainkan. Namun pada akhirnya SLANK lebih memilih Blues Saraceno.

Ketika terbang ke Amerika Serikat, SLANK layaknya kembali ke masa dimana SLANK belum dikenal di Indonesia. SLANK kembali jadi band underground karena ini adalah kali pertama SLANK tampil di Negeri Paman Sam. Beberapa lama setelah kembali ke Tanah Air atau tepatnya di tahun 2007, SLANK kembali menelurkan album ke-15 yang diberi judul SLOW BUT SURE. Album ini juga merupakan sebuah jawaban bagi para Slankers yang meminta SLANK untuk membuat album unplugged karena semua lagu yang ada di album yang cover-nya menggambarkan logo SLANK dalam sebuah pohon ini diaransemen secara akustik.

Salah satu lagu berbahasa Inggris di album SLOW BUT SURE adalah lagu Sin City yang diciptakan oleh Bimbim sewaktu menghabiskan waktu di Las Vegas kala SLANK tampil di Amerika. Dalam album yang dikemas sederhana dengan tidak adanya distorsi berlebih karena hanya diisi perkusi, gitar & bass akustik, serta selingan harmonika ini juga terdapat sebuah lagu berjudul My Scooter Love yang diciptakan oleh Kaka dan didedikasikan untuk penggemar skuter asal Italia.

For Some Info: Di tahun tersebut Kaka juga tengah menjadi ketua dari OSC (Old Scoot Community) yang merupakan sebuah koalisi para pecinta skuter asal Italia.

Selain itu, dalam album yang proses rekamannya dilakukan selama bulan puasa ini SLANK juga menghadirkan sebuah lagu berjudul L.A.P.I.N.D.O yang mengisahkan tentang kebodohan yang dilakukan manusia hingga menyebabkan bencana semburan lumpur di kota Siduarjo, Jawa Timur. Keunikan lain dalam album ini adalah terdapatnya sebuah hidden track yaitu lagu berjudul LILO yang liriknya terdapat di cover album, tapi lagunya nggak diikutsertakan di album tersebut. Lagu ini hanya bisa didengar di situs game online SLANK pada saat itu, yaitu LILOCITY. SLANK juga memberikan bingkisan spesial berupa cd (celana dalam) sebagai bonus pembelian album SLOW BUT SURE yang orisinil. Jadi apabila membeli kaset atau cd akan mendapatkan cd juga. Untuk memenuhi permintaan Slankers Malaysia, SLANK pun membuatkan video klip untuk semua lagu yang ada di album ini yang kemudian dikemas dalam bentuk VCD. Single di album ini adalah lagu Cinta?, Slalu Begitu, dan Sejak Kau Benci dimana proses pembuatan klipnya tidak memakan waktu lama, jadi Slank kejar tayang bikin video klip.

Selain meluncurkan album ke-15 nya, SLANK juga mendapat kesempatan untuk membuat original soundtrack sekaligus scoring film Get Married yang ditayangkan di bioskop se-Indonesia. Album OST Get Married sendiri berisi 2 lagu baru berjudul Pandangan Pertama milik (alm) A.Rafiq yang diaransemen ulang & dinyanyikan oleh SLANK bersama Nirina Zubir yang nggak lain adalah tokoh utama wanita dalam film Get Married dan 1 lagu baru lainnya adalah lagu Kuil Cinta yang merupakan salah satu lagu SLANK favorit Ustadz Jefri Al Buchori. Kemudian sisanya adalah 8 lagu lama yang diambil dari beberapa album SLANK.

Di pertengahan tahun 2007, SLANK mendapat jawaban dari cd demo yang SLANK bawa ke Amerika tahun 2006 silam. Blues Saraceno yang SLANK pilih pun akhirnya bersedia menjadi produser SLANK untuk perilisan album internasionalnya. SLANK pun kembali ke Negeri Paman Sam untuk melakukan proses rekaman di Studio City Sound. Mantan gitaris POISON sekaligus pernah bertindak sebagai guru gitarnya Ridho itu pun memberikan banyak masukan dan idenya untuk album internasional SLANK. Selesai merekam beberapa lagu untuk album internasional SLANK di Amerika, SLANK pun kembali ke Indonesia dan yang nggak disangka, beberapa hari setelah tiba di Potlot 14 SLANK kedatangan tamu dari Jepang yakni grup musik The Big Hip yang personilnya tersisa 2 orang saja yaitu Mikio Shirai (keyboard) dan Tetsuya Kajiwara (drum). Mereka berdua mengajak SLANK untuk jamming bareng & pada akhirnya SLANK dan The Big Hip pun sepakat untuk membuat sebuah album kolaborasi.

Proses rekaman untuk album 2 grup musik dari 2 negara ini pun berlangsung di Parah Studio terhitung sejak tanggal 30 Oktober-2 November 2007 dengan hasil 12 lagu yang mayoritas bertemakan cinta ala SLANK. Awal tahun 2008, album kolaborasi SLANK dan The Big Hip pun diluncurkan di masing-masing negara asal SLANK dan The Big Hip. Album ke-16 SLANK dengan 12 lagu yang menggunakan 3 bahasa yakni bahasa Indonesia, bahasa Jepang, dan bahasa Inggris ini pun dilepas di Indonesia dengan judul The Big Hip dengan cover album yang menampilkan pinggul wanita sesuai dengan arti The Big Hip sendiri. Lagu jagoan untuk album ini adalah lagu Seperti Para Koruptor dan Kilav dan beberapa lagu berbahasa Jepang yang diciptakan bersama dengan The Big Hip adalah Sora (Halilintar), Yumede Areba II (Semoga Ini Mimpi), Utaga Utaidasu (Lagu Mulai Bernyanyi) dan Yuwaku (Godaan). Sementara untuk lagu berbahasa Inggris berjudul Seen Thing. Untuk pemasaran di Jepang, The Big Hip meluncurkan album kolaborasi ini dengan judul SLANK.

Di tahun 2008 SLANK juga untuk pertamakalinya tampil di salah satu daerah yang dulunya berada di Indonesia, namun memisahkan diri dan merubah nama menjadi Timor Leste. Dalam kesempatan untuk tampil di Timor Leste, SLANK pun mendapat keistimewaan yaitu bertemu dengan Petinggi di Pemerintahan Timor Leste yaitu Ramos Horta, dan Xanana Gusmao. Dalam kunjungan di Timor Leste 5 tahun silam, SLANK juga berkunjung ke Gang Potlot yang ada di Timor Leste dan tentunya SLANK menikmati kesegaran alam Timor Leste dengan berjemur di pantai.

Akhir tahun 2008, SLANK kembali lagi ke Amerika untuk merampungkan konsep album internasional SLANK yang sebelumnya sudah direkam bareng Blues Saraceno, serta mengikuti proses syuting untuk video klip yang bakal jadi single di album ke-17 SLANK ini. Album internasional pertama SLANK yang diberi judul Anthem For The Broken Hearted yang berarti Orkes Sakit Hati ini pun resmi diluncurkan di Amerika pada tanggal 30 September 2008. Dalam album SLANK yang diproduseri Blues Saraceno ini terdapat 10 lagu berbahasa Inggris yang setengahnya adalah lagu lawas SLANK yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris yaitu lagu Devil In U (Gara-Gara Kamu), Caricature (Karikatur), I Miss U But I Hate U (English Version), Virus (English Version)Too Sweet To Forget (Terlalu Manis). Sementara 5 lagu lainnya adalah lagu baru SLANK dalam bahasa Inggris yaitu Do Something, Drugs Me Up, Love Cursed, Since You’ve Been Gone, dan Wake Up Tonight.

For Some Info: SLANK sempat mengikuti proses syuting tanpa Ridho yang terlambat berangkat ke Amerika karena permasalahan visa luar Negerinya.

Setelah meluncurkan album baru tersebut, Slank kemudian melakukan tour promo di Negeri Paman Sam selama 29 hari. SLANK menggelar 16 konser di 9 Negara bagian dan 15 kota di Amerika Serikat mulai dari Los Angeles, Hermosa Beach, Ohio, New York, Vienna, Philadelphia, Boston, Baltimore, Rochester, Chicago, Chico, Crystal Bay, Petaluma, Santa Cruz, dan Seattle.

Akhir tahun 2008 bertepatan dengan hari ulang tahun SLANK yang ke-25, lewat kerjasama dengan operator telekomunikasi Esia, SLANK meluncurkan “Hape Esia SLANK” yang diperuntukkan bagi para SLANKERS. Peluncuran telepon genggam yang wajib dimiliki Slankers ini merupakan suatu kolaborasi dari operator telekomunikasi & grup band yang belum pernah dilakukan di Indonesia. Di tahun berikutnya, SLANK mencoba bereksperimen dalam berkarya. Lewat pertemuan dengan Garin Nugroho,SLANK pun menjajal dunia akting dengan membintangi film berjudul Generasi Biru The Movie yang ditayangkan di bioskop seluruh Indonesia.

TOP