From Slank for Slankers

From Slank for Slankers

ngeRock Di Konser HUT #33thSlankKrisna

No Comments #SlankDiary

Konser ulang tahun ke-33 Slank yang digelar di Singaraja, Bali pada Rabu, 28 Desember 2016 berlangsung dengan sangat meriah dan menyisakan kenangan indah bagi semua yang menyaksikan langsung konser amal persembahan Krisna (Oleh-Oleh Khas Bali).

Puluhan ribu Slankers dari berbagai daerah se-Indonesia yang hadir sejak beberapa hari sebelumnya, terlihat sangat antusias begitu personil Slank naik ke atas panggung dan menghentak lapangan Bhuana Patra, Singaraja yang jadi lokasi konser HUT Slank dengan tema 33th Slank ngeRock. Tahun lalu sewaktu menggelar konser HUT di televisi, Slank masih tampil dengan formasi lengkap walau nggak di semua lagu. Sayangnya, untuk tahun ini Slank benar-benar tampil di konser ulang tahun dengan formasi kurang lengkap karena Abdee Negara sama sekali nggak bisa ikut ngeSlank. Hal ini disebabkan karena Abdee tengah menjalani pengobatan atas sakit yang dideritanya. (Mari kita doakan kesembuhan Abdee!)

Sejak tahun 1983, Slank kerap tampil di atas panggung dengan gaya urakan, hingga dijuluki band slenge’an dan nggak jarang dibilang kampungan. Maka dari itu, Slank mengawali konser HUT #33thSlankKrisna dengan lagu yang diambil dari album ke-2, berjudul Kampungan dilanjut lagu Memang. Meski tampil dengan formasi kurang lengkap, Slank tetap berusaha memberi suguhan istimewa untuk Slankers yang hadir langsung. Salah satunya dengan mengikutsertakan wanita-wanita cantik di sisi kanan dan kiri panggung, yakni Sista Anindya pemain saxophone dan Tiwi Shakuhachi yang memainkan keyboard dari awal hingga akhir.

Guna melepas rindu dengan Slankers Bali, terlebih Singaraja yang udah lebih dari 5 tahun nggak dikunjungi Slank, lagu I Miss U But I Hate U pun dimainkan di atas panggung. Nggak ketinggalan, lagu andalan yang jadi mimpi Slank sejak dulu yakni Pulau Biru juga dimainkan di Pulau Dewata. Keistimewaan lain yang Slank hadirkan di konser HUT kali ini adalah, dimainkannya beberapa lagu baru yang nantinya akan masuk ke album 22 Slank. Selain bocorin lagu yang dimainkan secara live, Slank juga ngasih tahu judul album ke-22 yang rencananya akan dirilis bulan Februari mendatang. Makanya, nyesel banget deh yang kemarin nggak merapat ke konser HUT 33 Slank!

Untuk menurunkan tensi setelah nggak berhenti memainkan lagu dengan beat cepat, Slank mengubah set ke sesi akustik dengan duduk di kursi di depan panggung. Kali ini, Tiwi Shakuhachi memainkan accordion mengiringi Slank memainkan lagu yang jarang dibawakan di atas panggung, yakni HAMburger, Tepi Campuhan dan Lorong Hitam. Usai berakustik ria, Slank mengundang salah satu musisi asal Bali yakni Nanoe Biroe untuk nyanyi bareng di lagu Nagih & Bali Bagus. Tanpa di duga, Nanoe memberi kejutan dengan menghadirkan gadis-gadis Bali yang menari di atas panggung Slank.

Seperti yang dijanjikan sebelumnya, hasil penjualan tiket konser HUT 33 Slank secara penuh disumbangkan ke 22 panti asuhan di Bali. Ditemani Aji Cok dari Krisna (Oleh-Oleh Khas Bali), masing-masing personil Slank menyerahkan bantuan ke anak-anak Panti Asuhan secara simbolis di atas panggung.

Selanjutnya, anak-anak beserta istri dari masing-masing personil Slank mulai naik ke atas panggung membawa kue ulang tahun untuk ditiup bareng-bareng. Dengan iringan doa bersama Slankers, Slank pun meniup lilin dan memotong kue ulang tahun sebagai wujud rasa syukur masih dikasih kesempatan untuk menyebarkan virus perdamaian hingga usia ke-33 tahun.

Sebagai penutup penampilan istimewa di konser HUT 33 tahun, Slank memainkan lagu Kamu Harus Pulang dilanjut ngeSlank Rame Rame. Terima kasih untuk Slankers sejati yang masih setia mengiringi langkah Slank hingga sejauh ini! Semoga Slank masih diberi kesempatan untuk terus menyebarkan virus perdamaian dan jangan berhenti tetap ngeRock!
PLUR4LL

 

 

Photos: Wahyu Budiarto
Words: RenkaStres