From Slank for Slankers

From Slank for Slankers

Launching Album Palalopeyank

No Comments #SlankDiary

Rabu, 7 Februari 2017 kemarin Slank merilis album terbaru yang jadi album studio ke-22 bertajuk Palalopeyank di Pots Jam. Spot terbaru yang terletak di lantai 2 Potlot 14.

Sebelum merilis album terbaru, seperti biasa Slank yang ditemani Bunda Iffet lebih dulu mengikuti pengajian dalam rangka syukuran peluncuran album. Dalam konferensi pers yang juga dihadiri Once dan Steve Lillywhite dari JMSI, Slank juga menuturkan soal Abdee yang sama sekali tidak terlibat dalam penggarapan album ini. Setahun terakhir, Abdee fokus menjalani pengobatan atas sakitnya yang mengakibatkan Abdee nggak bisa ikut ngeSlank. Maka secara khusus, Slank mendedikasikan album ini buat Abdee Negara. Semoga cepat pulih!! Energy-mu tetap bersama kami Ab!.

Album Palalopeyank berisi 12 lagu terbaru dengan tensi tinggi di dalamnya. Lirik yang terkandung dalam setiap lagu terasa begitu tajam, ditambah balutan musik rock yang semakin mempertebal emosi dari album yang memajang foto Maomettano Luke Almachzumi (putera Bim2x) di cover depannya. Palalopeyank merupakan jargon baru sekaligus hit single dari album ke-22 Slank yang diperuntukan bagi para penghujat yang senang menyebarkan berita bohong/hoax, ujaran kebencian dan provokasi, terlebih di sosial media.

Dalam pendistribusiannya, Slank menggandeng Jagonya Musik & Sports Indonesia (JMSI) sebagai distributor dimana Slankers dapat membeli CD album Palalopeyank di seluruh outlet KFC se-Indonesia. Hal ini kembali dilakukan demi memudahkan Slankers dalam mendapatkan CD album terbaru Slank. Selain itu, album Palalopeyank juga akan diedarkan dalam format digital di iTunes, Langitmusik, Spotify, Youtube dan lain sebagainya.

Di depan awak media yang hadir, Slank pun memainkan beberapa lagu yang terdapat di album Palalopeyank dan sempat disiarkan secara live di akun sosial media Slank. Dapatkan album Palalopeyank di store KFC se-Indonesia dengan harga Rp.44ribu apabila beli CD-nya saja.

 

 

Photos: Wahyu Budiarto
Words: RenkaStres