Slank Transisi

Slank Transisi

Demi melanjutkan perjuangan yang dilakukan selama lebih dari 13 tahun bersama band yang dibentuknya, Bimbim pun tetap mempertahankan Slank bersama Kaka. Meski kondisi mereka saat itu tidak stabil karena narkoba masih menghinggapi kehidupannya, namun Slank tetap membuat lagu dan melakukan proses rekaman untuk album ke-6 dibantu 2 additional player yakni Ivanka (bass) dan Reynold (gitar). Hal ini juga dilakukan demi para penggemar Slank yang bereaksi keras dan mensomasi Bimbim untuk tidak membubarkan Slank, ditambah kewajiban terhadap pihak yang telah membiayai pembuatan album keenam Slank.

Di awal tahun 1997 Slank pun meluncurkan album ke-6 yang berjudul sama dengan kondisi yang dirasakan, yaitu Lagi Sedih. Album ini memuat 16 lagu dengan kembali dibantu oleh Boedi Soesatio yang pernah jadi produser Slank di album awal. Dimulai dari album ini, Slank menyelipkan bonus untuk setiap pembelian album originalnya dan di album Lagu Sedih, bonusnya adalah Tas Karung Slank. Dengan panggungan di acara pensi  SMA, kampus dan kafe-kafe dengan modal sendiri, Slank kembali melangkahkan kaki demi mempertahankan eksistensi.

Video klip untuk lagu Tonk Kosong dan Foto Dalam Dompetmu yang tayang di berbagai tv se-Indonesia pun berhasil menarik kembali antusias Slankers terhadap Slank. Hal ini yang bikin salah satu produk rokok berani mengajak Slank untuk melangsungkan tour konser bertajuk Generasi Biru Anti Tawuran.

Sayangnya di penghujung tour, Reynold selaku additional gitar memutuskan untuk berhenti bantuin Slank. Nggak diketahui apa yang jadi alasan Reynold untuk pergi, bahkan Bunda Iffet selaku manager Slank yang menyambangi kediaman Reynold, tetap nggak dapat jawaban pasti karena enggan ketemu.

Alhasil, Slank yang kebingungan mulai mencari gitaris pengganti. Saat itu, Ivanka mengusulkan nama Abdee Negara yang pernah 1 band bareng, sementara Lulu Ratna (road manager) mengajak Ridho Hafiedz yang baru aja selesai sekolah musik di Amerika. Di luar rencana, Abdee & Ridho datang ke Potlot 14 di hari yang sama. Slank pun langsung ngajak jamming dan minta mereka ngehafal puluhan lagu Slank yang mesti dibawain di kota-kota terakhir tour konser Generasi Biru Anti Tawuran.

Sabtu, 11 Oktober 1997 bertempat di Lapangan Sabuga – Bandun, Jawa Barat, Slank pra Formasi 14 pun tampil perdana dengan lancar. Gara-gara bingung kedua gitaris ini sama-sama jago dan ingin menghadirkan sesuatu yang baru, Slank pun memutuskan untuk menerima keduanya sebagai personil tetap Slank yang mengukuhkan Slank Formasi 14 yang juga dikenal dengan sebutan Slank 7.

Simak kisah selanjutnya di halaman MetamorfoSlank!