Slank Transisi

Slank Transisi

Kalau sebelumnya perubahan formasi SLANK tidak terlalu mengkhawatirkan karena pergantian Personil di tubuh SLANK memang kerap terjadi, sangat jauh berbeda dengan SLANK Formasi 13 ini. Kepergian Bonky, Indra Q, dan Pay membawa pengaruh sangat besar untuk SLANK. Bahkan, banyak sekali yang memperkirakan masa keemasan dan kejayaan SLANK akan berakhir sampai di sini.

Bagaimana tidak, saat itu Personil yang masih tersisa di tubuh SLANK hanya Kaka dan Bimbim. Ditambah lagi, saat itu mereka tengah diselimuti jerat hitam barang haram Narkoba. Pada awalnya, Bimbim justru berniat untuk membubarkan SLANK karena segala keterpurukan yang dialami saat itu. Namun, niatan tersebut terpaksa dibatalkan karena melihat reaksi keras dari para Slankers yang menginginkan Bimbim untuk terus melanjutkan karir SLANK yang seakan telah menjadi candu untuk mereka. Lebih parahnya, Salah satu Slankers bahkan mengirimkan surat bertinta darah kepada Bimbim yang di dalamnya berisi ancaman akan membunuh Bimbim apabila SLANK dibubarkan. Tak hanya itu, selain berurusan dengan Slankers, SLANK juga masih memiliki hutang dengan pihak Distributor perihal album yang wajib dibuat oleh SLANK. Dengan segala tenaga dan usaha yang tersisa, Bimbim dan Kaka pun mencoba untuk mempertahankan SLANK.

Dengan tenaga seadanya, Kaka dan Bimbim pun nekat menggarap album LAGI SEDIH hanya berdua saja. Beberapa lagu hanya diisi oleh Kaka yang main bass, Bimbim main gitar, dan sebaliknya. Tapi karena terasa kurang, akhirnya Slank mencari tenaga tambahan untuk bantuin mereka. Berbeda seperti biasanya, dalam masa LAGI SEDIH itu markas Slank yang terletak di Jl.Potlot 3 No.14 Jak-Sel nggak lagi ramai seperti biasanya. Para musisi yang tergabung dalam Komunitas Pulau Biru seakan terpecah menjadi 2 kubu, ada yang ikut pergi dari Potlot, dan ada juga yang masih setia nongkrong di Potlot 14 contohnya Reynold dan Ivanka yang sama-sama pernah bantuin Alm.Imanez. Pada akhirnya SLANK pun mengajak Reynold dan Ivanka untuk bantuin SLANK menggarap album LAGI SEDIH.

Berkat kesabaran dan segala usaha, akhirnya album SLANK Formasi Transisi pun rampung dan resmi diluncurkan pada Februari 1997 dengan judul yang menggambarkan keadaan mereka saat itu, yaitu LAGI SEDIH. Keunikan yang terdapat di album ini adalah, hilangnya salah satu lirik lagu di antara lirik lagu lain yang menggunakan gaya tulisan tangan. Selain itu, SLANK juga tidak memuat daftar lagu seperti yang biasanya dilakukan. Dimulai sejak album ini pula SLANK menyelipkan bonus untuk setiap pembelian album asli yang berupa sebuah Tas Karung SLANK.

Lagi sedih merupakan album SLANK yang berisi lagu – lagu penuh kegalauan, namun tetap pada prinsip SLANK sejak awal yaitu Punya Sikap. Lewat lagu andalan yang bertemakan kritik sosial ala SLANK berjudul Tong Kosong, serta salah satu lagu bertema cinta yang berjudul Foto Dalam Dompetmu yang saat ini telah diaransemen versi akustik dan terdapat di album I SLANK U, serta lagu Maafkan jilid 2 yakni lagu Koepoe Liarkoe.

For Some Info: Lagu Maafkan di album pertama SLANK pada awalnya diberi judul Kupu Malamku. Namun karena permintaan Boedi Soesatio yang saat itu menjadi Produser SLANK, maka SLANK merubahnya menjadi Maafkan

Dengan diluncurkannya album ke-6 tersebut, SLANK pun mulai berjuang sendiri memperkenalkan karya terbarunya dengan menggelar acara di beberapa kafe yang tentunya dengan modal sendiri. Selain itu, SLANK Formasi  Transisi juga berjuang dengan manggung dia cara Kampus & Sekolah (SMA) di Jakarta layaknya SLANK baru terbentuk. Tak lama berselang, video klip lagu ‘Tong Kosong’ dan ‘Foto Dalam Dompet’ yang jadi hit single di album LAGI SEDIH mulai sering ditayangkan di berbagai televisi di Indonesia. Ternyata antusias Slankers masih sangat tinggi untuk SLANK dan hal inilah yang bikin SLANK dapat tawaran dari salah satu produk rokok yaitu Star Mild untuk melakukan tour konser di berbagai kota di Indonesia. Sangat disayangkan, begitu tour konser yang bertajuk ‘Star Mild Music SLANK tour Generasi Biru Anti Tawuran‘ memasuki kota terakhir, Reynold memutuskan untuk berhenti ikut SLANK. Kurang jelas apa yang melatarbelakangi Reynold untuk hengkang dari SLANK, Bunda Iffet yang bertindak sebagai manager SLANK yang mendatangi Reynold di rumahnya juga nggak dapat jawaban secara pasti karena Reynold justru enggan untuk menemui Bunda.

Setelah itu terjadi, SLANK pun kelimpungan karena seminggu dari hengkangnya Reynold, SLANK harus manggung di Bandung yang jadi kota terakhir tour tersebut. Pada akhirnya, Manajemen Pulau Biru memutuskan untuk segera mencari pengganti Reynold. Awalnya Ivanka mengusulkan nama Abdee Negara yang merupakan teman satu band-nya sewaktu di Flash Band. Selain itu, Abdee juga merupakan salah satu Musisi Pendukung untuk Penyanyi solo Conny Constantia, Eki Lamoh, Gideon Tengker, Ermy Kulit, dan Michael Meer (SKEET). Abdee juga diketahui pernah bergabung dengan beberapa grup musik seperti Interview band bersama Hengky Supit ‘Whizzkids’, DOR Band bersama Wawan & Michael Meyer ‘Sket, dan grup musik lainnya. Abdee pun memenuhi undangan Ivanka untuk datang ke Potlot guna bertemu dengan Personil SLANK lainnya. Tapi diluar rencana, ternyata hadir pula salah satu gitaris yang diketahui baru saja menyelesaikan Sekolah bermusiknya di Negeri Paman Sam yaitu Moh.Ridwan Hafiedz yang akrab disapa Ridho. Ridho merupakan mantan personil grup musik Last View Minutes yang kemudian membantu Musisi – Musisi Tanah Air seperti Vina Panduwinata, Vonny Smlang, Nita Tilana, dan Nugie. Ridho hadir ke Potlot untuk memenuhi undangan Lulu Ratna adik dari Gugun Gondrong yang saat itu berperan sebagai Road Manager SLANK.

Dikarenakan keduanya datang ke Potlot secara bersamaan, Bimbim pun ngasih PR buat Abdee & Ridho yaitu menghafal puluhan lagu SLANK yang mesti dibawain di kota terakhir Star Mild Music SLANK tour Generasi Biru Anti Tawuran di kota Kembang, Bandung. Sampai pada hari H, SLANK yang saat itu digawangi Kaka, Bimbim, Ivanka, Abdee & Ridho pun tampil di Lapangan Sabuga, Bandung pada 11 Oktober 1997. Di luar dugaan, ternyata panggung SLANK pra Formasi 14 sangat sukses. Dikarenakan permainan gitar Abdee & Ridho mampu mengimbangi SLANK, akhirnya Bimbim pun memutuskan untuk menerima keduanya sebagai personil tetap SLANK dan terbentuklah SLANK FORMASI 14 yang dikenal sebagai SLANK 7. SLANK juga kerap menggelar acara layaknya jumpa fans setiap Rabu & Sabtu sore dimana para personil SLANK manggung secara akustik di depan Slankers yang nongkrong di Potlot.

For Some Info: SLANK 7 (Formasi 14) adalah formasi pertama SLANK menggunakan 2 gitar tanpa keyboard. Karena sejak awal SLANK selalu berisi keyboard dan 1 gitar saja.