From Slank for Slankers

From Slank for Slankers

Pertama Kali ngeSlank Rame Rame Di Majene

No Comments #SlankDiary

Sabtu sore, 6 Juni 2015 untuk pertama kalinya Slank menyebarkan virus perdamaian di Sulawesi Barat dan kali ini, Slank mendatangi Kota Majene berkat undangan dari Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Reinkarnasi Sulbar yang merupakan sebuah organisasi daerah yang bergerak dalam kegiatan pelestarian lingkungan.

Rombongan Slank yang berangkat dari Potlot sejak Jumat sore, lebih dulu mendarat di Bandar Udara Sultan Hasanuddin – Makassar sekitar pukul 20.30 WITA, kemudian melakukan perjalanan darat sejauh kurang lebih 300 kilometer dan memakan waktu sekitar 5 jam perjalanan menuju Majene. Sekitar pukul 1 pagi waktu setempat, akhirnya rombongan memasuki kota Majene dan tanpa diduga, ratusan Slankers ternyata telah menanti kedatangan Slank dengan mengendarai mobil juga motor dengan bendera Slank yang mereka bawa. Slankers Majene memang sangat antusias atas kedatangan Slank yang sayangnya masih tanpa Abdee.

Keesokan harinya, Slank pun tampil di Konser yang digelar oleh Mapala Reinkarnasi Sulbar bertempat di Stadion Prasamya Mandar – Mejene. Sebelum memasuki venue konser, Slank lebih dulu menerima sambutan berupa tarian Sayyang Pattuqdu. Puluhan ribu Slankers yang memadati lapangan pun tiada hentinya meneriaki Slank yang begitu naik panggung langsung memainkan lagu I Miss U But I Hate U dilanjut Virus dan Seperti Para Koruptor. Manggung di acara kampanye penghijauan, Slank juga turut memainkan beberapa lagu bertema alam mulai dari Lembah Baliem, Alami hingga lagu dari album Generasi Biru yakni Gak Perawan Lagi yang bikin lautan manusia di Stadion Majene tiada henti ikut bernyanyi.

Selain menggelar konser Slank, Mapala Reinkarnasi yang mengundang Slank ke Majene – Sulbar juga melakukan kegiatan penghijauan yakni penanaman 10ribu mangrove, aksi bersih-bersih, sunatan massal hingga donor darah. Di tengah penampilannya, Slank juga menerima beberapa pemberian dari Mapala Reinkarnasi dan Slankers Sulawesi Barat. Salah satunya adalah miniatur perahu Sandeq yang dikenal sebagai perahu tercepat sedunia.

Terima kasih banyak untuk semua pihak yang terlibat dan hadir langsung di konser Slank di Majene, sampai jumpa lagi dan mari kita terus menjaga alam agar alam menjaga kita.

 

 

 

 

 

 

All photo by Wahyu Budiarto

Please follow and like us: