From Slank for Slankers

From Slank for Slankers

Liputan Konser I SLANK U The Journey Of The Blue Island

No Comments Uncategorized

Seperti yang dijanjikan sebelumnya bahwa I SLANK U The Journey Of The Blue Island akan menjadi Konser Orkestra Slank yang Spektakuler. Berkat kerja sama dengan MAM Live selaku pihak promotor, akhirnya Konser I SLANK U The Journey Of The Blue Island benar – benar menjadi konser yang Spektakuler. Digelar di salah satu hotel bintang 5 di Jakarta yakni Ritz Carlton yang terletak di lantai 4 Mall Pacific Place Jakarta.

Kalau waktu acara May Day lalu “Slank bandnya, tapi bukan Slank benderanya,” berbeda dengan yang sekarang. Slank bandnya tapi tak terlihat kibaran bendera Slank di konsernya. Dengan penjagaan super ketat, dikarenakan ballroom yang berkapasitas 4000 orang ini akan mengamankan sedikitnya 3000 orang yang menyaksikan konser I SLANK U The Journey Of The Blue Island. Maka segala bentuk sarana dan prasarana tauran pun dipastikan tidak akan lolos dari pengawasan pihak keamanan yang mengamankan konser Slank ini. Sejak pukul 16.00 WIB, beberapa Slankers yang telah membeli tiket konser yang tersedia di beberapa ticket box di Indonesia mulai berkumpul dan mengantri untuk masuk ke Ball Room Ritz Carlton Pacific Place Jakarta. Di Lobby yang merupakan tempat mengantri untuk masuk ke venue acara, Slankers yang mayoritas adalah pria berkemeja dan Slankers wanita atau yang biasa disebut Slankers Wangi (Slanky) dapat melihat jejeran piala, penghargaan, piagam dan barang – barang kesayangan para personil Slank yang dipajang di Memorabilia Slank di Ballroom hotel Ritz Carlton tersebut. Mulai dari topi pelaut Bimbim, sampai sepatu butut Ridho, piala ketika Slank belum punya album, hingga piagam rekor Muri pun terpampang di Memorabilia yang terletak di sudut kiri lobby hotel Ritz Carlton.

Di sekeliling lobby hotel juga terpasang poster besar Konser I SLANK U The Journey Of The Blue Island yang menampilkan foto dan biografi singkat Slank, serta MAM live. Dengan tambahan spidol berwarna perak yang digantung di sekitar poster, dengan maksud agar para pengunjung yang datang menginggalkan jejak dengan membubuhkan tanda tangannya. Begitu jam 20.00 WIB, pintu masuk venue pun terbuka. Slankers wangi yang sudah mengantri langsung berangsek masuk ke tempat acara. Mundur sedikit dari perencanaan yang awalnya jam 20.00 WIB acara dimulai, sekitar 20 menit setelahnya barulah penonton yang telah duduk, jongkok ataupun berdiri sambil berfoto – foto langsung histeris.

Pemandu acara kawakan yakni Hilbram Dunar, digaet menjadi MC di Konser Orkestra Slank Jumat, 11 Mai 2012 di Ritz Carlton Pacific Place Jakarta. Setelah membuka acara, Hilbram Dunar langsung memanggil para personil Slank untuk memasuki acara dengan melewati kursi penonton kelas VVIP dan Diamond di Konser I SLANK U The Journey Of The Blue Island. Dengan dandanan berbeda dari biasanya, serta dilengkapi berbagai atribut. Kaka, Bimbim, Ivan, Abdee, dan Ridho berjalan menuju deretan sofa khusus yang disebut Singgasana Slank. Untuk melihat langsung beberapa musisi muda yang akan membawakan lagu – lagu Slank.

For Some Info : Setelah Slank duduk, salah satu perwakilan dari Yayasan untuk para penderita HIV/Aids yaitu ‘Syair Untuk Sahabat’ mendatangi Slank dan menerima sebuket bunga secara simbolis. Sebagai bukti bahwa sebagian dari hasil penjualan tiket Konser I SLANK U THE JOURNEY OF THE BLUE ISLAND akan disumbangkan ke Yayasan untuk para penderita HIV/Aids yang selama ini merasa terkucilkan di masyarakat.

Begitu selesai, lampu Ballroom Ritz Carlton dipadamkan sesaat. Kemudian para Slankers Wangi dikejutkan oleh David, jarwo, Pepeng, dan Emiel yang merupakan para personil band Naif yang akan membawakan lagu Slank versi mereka sendiri dihadapan Slank. Dalam penampilannya kali ini, Naif membawakan lagu yang diambil dari album pertama Slank yaitu lagu ‘Memang’. Slankers yang menyaksikan langsung ikut bernyanyi bersama Naif dengan alunan musik yang sendu – sendu ala Naif. Setelah itu, David sang vokalis memberikan lelucon segar untuk para penonton konser I SLANK U The Journey Of The Blue Island dengan mengatakan, “Slank itu Brother gue banget. Mereka adalah band nomor 1 di Indonesia dan band gue nomor dua.” Sontak para penonton pun tertawa.

Vokalis yang mempunyai ciri khas rambut depan atau jambul tertata rapi ini juga mengatakan “Sorry ya bro gak hafal nih, namanya juga lagu orang. Males gue ngapalin lagu orang.” Lagu kedua yang dibawakan Naif adalah lagu I Miss You But I Hate You’ yang benar – benar diaransemen berbeda dari aslinya. Para personil Slank yang duduk di Singgasana Slank langsung memberikan standing applause untuk David, jarwo, Pepeng, dan Emiel. Musisi berikutnya yang hadir untuk membawakan lagu Slank di panggung I SLANK U The Journey Of The Blue Island adalah Dira Sugandi. Musisi Jazz asal Kota Kembang, Bandung ini tampil membawakan lagu Slank yang terdapat di album Lagi Sedih dan versi akustik di album I SLANK U  yaitu ‘Foto Dalam Dompet’. Tak hanya musisi yang bisa dibilang bukan orang baru di dunia musik Indonesia, vokalis dari salah satu band indie Indonesia yakni Sashi Gandarum dari grup band ‘Drew’ juga tampil mengajak Slankers Wangi yang datang untuk menyanyikan bersama lagu ‘#1’ dengan iringan musik orkestra yang dipimpin oleh Indra Perkasa.

Waktu menunjukkan pukul 22.00 WIB Slank belum juga naik panggung. Grup musik yang baru saja ditinggal salah satu personilnya dikarenakan harus melanjutkan sekolah ke luar negeri yakni Alexa, tampil dengan ‘Intro Indonesia’ yang dilanjut lagu ‘Jakarta Pagi Ini’. Grup musik Alexa benar – benar menguasai panggung konser I SLANK U The Journey Of The Blue Island, terbukti dengan keriuhan suara para Slankers Wangi yang ikut menyanyikan lagu yang diambil dari album Virus tersebut bersama – sama. Lagu kedua yang dibawakan Alexa adalah lagu dari album kedua Slank yaitu lagu ‘Terlalu Manis’. Setelah membawakan lagu yang telah mempunyai 5 versi tersebut, Alexa yang juga merupakan Slankers mengaku sangat bangga bisa tampil dihadapan Slank. Maka dari itu Aki sang vokalis memohon untuk memainkan satu lagu lagi. Lagu Slank ke-3 yang dibawakan Alexa adalah lagu ‘Mawar Merah’.

Kartika Jahja yang merupakan vokalis dari grup musik indie asal Jakarta yaitu Tika & the Dissidents juga tampil dengan membawakan lagu ‘Kirim Aku Bunga’ yang diramu dalam bentuk Jazz dengan iringan orkestra. Karena Slank adalah band indie, maka musisi yang hadir lebih banyak adalah musisi dijalur indie. Dan penampil berikutnya adalah grup band asal Bandung yakni Pure Saturday. Grup musik yang telah terbentuk sejak tahun 1994 ini membawakan lagu Slank yang diambil dari album lagi sedih yaitu ‘Koepoe Liarkoe’. Tak hanya itu, dengan iringan orkestra dan aransemen yang berbeda dari Slank. Pure Saturday juga membawakan lagu Slank yang sangat melegenda yang terdapat di album pertama Slank, yakni ‘Kalah’.

Hampir tengah malam, Slank belum juga tampil. Sampai sekitar pukul 22.30 WIB dari balik tirai yang tertutup, kelompok paduan suara dari grup orkestra yang mengiringi Slank menyanyikan lagu ‘Pulau Biru’ yang di-medley lagu ‘Bang – bang tut’. Begitu tirai dibuka, para personil Slank beranjak dari Singgasananya dan berjalan melewati para Slankers yang berada di tribun Festival menuju kearah panggung. Setelah menempati posisi masing – masing, Slank langsung menggebrak Konser I SLANK U The Journey Of The Blue Island dengan lagu ‘Bang – Bang Tut’ yang dilanjut dengan lagu ‘Tong Kosong’. Slankers Wangi yang berasal dari berbagai golongan terlihat tidak ada yang tidak bernyanyi. Pemandangan langka dan bisa dibilang fenomenal adalah ketika salah seorang Ibu yang membawa anak balitanya menyaksikan konser Slank ini, terlihat sangat semangat sekali menyanyikan lagu yang tengah dibawakan Slank.

Ketika membawakan lagu ‘Tong Kosong’, salah satu Slankers Wangi memberikan kaka sebuket bunga kepada Kaka. Setelah diterima, kemudian Kaka berjalan ketengah panggung dan seperti halnya tradisi dalam upacara pernikahan, Kaka melempar bunga tersebut kepada para penonton sambil berbalik arah. Di awal penampilan Slank tersebut, tiba – tiba saja terjadi sebuah insiden kecil. Bukan keributan antar penonton atau tertangkapnya copet, insiden tersebut adalah aksi Kaka yang terlalu bersemangat sehingga tanpa sadar mic yang digunakannya terlempar dan mengenai salah satu Slankers Wangi yang berada di bagian depan panggung yang  tidak ada barikadenya ini.

For Some Info : Konser I SLANK U The Journey Of The Blue Island, untuk pertama kalinya dalam sejarah SlanKonser. Tidak terdapat barikade yang menghalangi para penontonnya. Hampir tidak ada batasan antara Slank dan Slankers yang hadir di Hotel Ritz Carlton Pacific Place Jakarta.

Setelah lagu ‘Tong Kosong’ selesai, Kaka mewakili Slank mengucapkan salam kepada para Slankers Wangi yang hadir di Konser I SLANK U The Journey Of The Blue Island. Dilanjut dengan adegan yang bisa dibilang jarang sekali terlihat di konser lainnya. Kaka meminta maaf kepada salah satu Slankers Wangi yang terkena microphone ketika membawakan lagu Tong Kosong dengan gaya yang sangat unik,  Kaka Say : “Eh, tadi ada yang kena microphone gue ya.? Oh kasihaaan, tayang-tayaang.” Sontak penonton tertawa dan mengelu – elukan Kaka. Tak hanya itu, Slankers Wangi juga banyak yang meminta Kaka untuk bertelanjang dada. Kaka yang memakai pakaian sedikit transparan setelah melepas jaketnya, dengan santainya menjawab, “Katanya suruh dispirit – pirit, jangan langsung telanjang.” Penonton pun hanya mengiyakan perkataannya tersebut sambil tertawa.

“Walau banyak rintangan, walau banyak halangan. Kita tidak pernah lelah untuk menyebarkan Virus Perdamaian,” ucap Bimbim dari balik drumnya yang mengawali lagu dari album kesepuluh Slank, Virus. Tidak kalah seru, Abdee juga melakukan aksi yang mengundang perhatian berlebih. Ketika memainkan melodi untuk lagu Virus dengan Slidenya, Abdee terlihat begitu menghayati permainannya sehingga ia pun jatuh duduk. Para Slankers yang melihat hal tersebut langsung mengangkat camera yang dibawanya untuk memotret Abdee. Slank melanjutkan Konser Spektakulernya dengan mengajak Slankers Wangi bekerja keras lewat lagu ‘Mars Slankers’ yang dimedley ‘Loe Harus Grak’, ‘Jurus Tandur’ dan diakhiri dengan salah satu lagu wajib, yakni ‘Maju Tak Gentar’. Setelah itu lampu dipadamkan dan menyebabkan Ballroom Ritz Carlton gelap gulita. Kemudian terdengar petikan Bass Ivanka yang memainkan intro lagu ‘Pak Tani’ dari samping kanan panggung. Berhubung DKI Jakarta akan mengadakan Pilkada Provinsi, maka di tengah lagu ‘Pak Tani’, Slank mengadakan Pilkada kecil di Ritz Carlton PP Jakarta. Sayangnya Slankers Wangi yang hadir mengatakan kalau calon Gubernur sekarang tidak mungkin semua. Golput semua donk.? Dengan logat Betawi, Kaka pun mengatakan “Loe kate gampang mimpin Jakarta?” lagi – lagi penonton terbahak mendengar perkataan Kaka tersebut.

Begitu selesai lagu ‘Pak Tani’ Ridho mengeluarkan aksinya dengan mendecitkan gitarnya. Alunan distorsi dari Ridho mengiringi Bimbim yang beranjak dari drumnya kearah depan panggung. Tak terduga sama sekali, Bimbim memberikan kejutan dengan menyanyikan lagu ‘Bidadari Penyelamat’. Hal mengejutkan lainnya adalah, Bimbim merobek celana yang dipakainya sehingga dirinya seakan memakai celana dalam saja. Kaka kembali naik ke atas panggung dan melakukan hal yang sangat aneh terhadap Bimbim. “Lagu ini terakhir dibawain sekitar 15 tahun yang lalu, sewaktu tour Konser PISS 30 Kota. Setelah itu, tahun ’98 tidak pernah dibawain sampai saat ini.” ucapan Bimbim ketika mengawali lagu ‘Lorong Hitam’ dengan berduet bersama Kaka yang mengingatkan kita pada masa ‘Lagi Sedih’nya Slank. Kaka tak kuasa untuk tidak melepaskan kaos yang dipakainya. Alhasil, Kaka melepas kaos tersebut dan memberikannya kepada Slankers. Belaian jemari Ridho pada tuts keyboard, mengajak Slankers Wangi bernostalgia lewat lagu ‘Anyer 10 Maret’. Di Konser I SLANK U THE JOURNEY OF THE BLUE ISLAND ini, untuk pertama kalinya pula Bimbim dan Ivanka turut memainkan alat musiknya di lagu yang diciptakan Kaka tepat di hari ulang tahunnya tersebut. Hanya di Konser I SLANK U The Journey Of The Blue Island pula, para personil Slank yang lain mengerubungi Drum set Bimbim ketika Bimbim memainkan intro lagu dari album ‘PISS’ yang berjudul ‘PISS’.

Wanita – wanita pengisi acara di Konser I SLANK U The Journey Of The Blue Island juga turut berkolaborasi bersama Slank dan iringan musik orkestra. Sashi ‘Drew’ Gandarum berduet di lagu ‘Kilav’, Dira Sugandi di lagu ‘Maafkan’, dan Kartika jahja atau Tika di lagu ‘Reaksi’. Tak hanya itu, Kaka juga menjemput seorang musisi legendaris Titiek Puspa yang juga mengagumi Slank atas pencapaiannya selama 28 tahun ini, Titiek Puspa juga menyapa Slankers dan dengan candaannya, Eyang Titiek meminta Slankers untuk bertepuk tangan selama 7 hari 7 malam untuk Slank. Sesuatu yang sangat fenomenal dan belum pernah dilakukan sebelumnya, kalau biasanya Slank mengajak Slanky untuk naik ke atas panggung, tapi untuk Konser I SLANK U The Journey Of The Blue Island ini Slank mengajak Orang tua untuk berkolaborasi di lagu ‘Orkes Sakit Hati’. Hebatnya Titiek Puspa adalah, meski hanya melangsungkan latihan bersama hanya dalam waktu hitungan hari, namun beliau sangat hafal dengan lagu ‘Orkes Sakit Hati’ Slank ini. Kaka yang mengantarkan Titiek Puspa pulang, begitu kembali keatas panggung tiba – tiba saja kembali menggandeng wanita bahkan 2 orang. Kali ini yang dibawa Kaka adalah Poppy Sovia dan Yuyun Arfah yang diajak berduet di lagu ‘Pandangan Pertama’ dan ‘Kupu Biru’. Tiga orang Slankids yakni Mezzaluna, Tallulah, dan Kay juga ikut naik keatas panggung untuk diajak berduet bersama di lagu ‘Kupu Biru’.

Sekitar pukul 00.30 Slank pun memainkan lagu penutup yakni ‘Kamu Harus Pulang’. Begitu lagu ‘Kamu Harus Pulang’ berakhir, Slankers Wangi yang hadir di Konser I SLANK U The Journey Of The Blue Island tidak mau beranjak dari posisi mereka, dan meminta Slank untuk kembali memain lagu dengan berteriak “We Want More.. We Want More..!!” berulang kali.
Lagi – lagi hal yang tak terduga kembali terjadi. Kaka kembali keatas panggung dengan logo Slank ukuran besar di belakangnya, yang menggambarkan seakan – akan memakai sayap dan beranjak ke atas menggunakan hidrolik. Dari belakang Bimbim kembali memainkan drumnya diiringi dentuman bass Ivanka, dan petikan gitar Ridho Abdee bersama paduan musik orkestra dibelakangnya. Diselingi dengan tata cahaya yang sangat indah dari berbagai sudut. Sebagai penutup Konser I SLANK U The Journey Of The Blue Island, Slank memainkan lagu yang bisa dibilang Masterpiece-nya Slank, diambil dari album ‘Generasi Biroe’, yakni lagu ‘Terbunuh Sepi’.

Terima kasih Tuhan, Terima kasih MAM Live, Priam Soesetyo, Oleg sanchabakhtiar, Indra Perkasa dan Orkestranya, Aghi Narottama, Mondo Gascaro, BembyGusti, Eyang Titiek Puspa, Naifband, Pure Saturday, Alexa, Dira Sugandi, Sashi Drew Gandarum, Kartika Jahja, Yuyun Arfah, Poppy Sovia, Mezzaluna, Tallulah, dan Kay,  Terima kasih banyak untuk orang – orang di balik panggung yang sudah bekerja keras, bisa memindahkan panggung dari 1 tempat ke tempat lain dalam waktu beberapa jam saja. (Bagai Roro Jongrang) Planet Design Indonesia, Pulau Biru, DSS Sound, Mata Elang Lighting, Ritz Carlton Pacific Place,Jakarta & Jaddah Slank. Terima kasih untuk kawan – kawan Media khususnya 98,7 Gen fm dan 101 Jak fm yang seharian penuh muterin lagu Slank di Slank Day. Terima kasih Slankers Wangi yang sudah menyempatkan waktu untuk datang di Konser I SLANK U The Journey Of The Blue Island. Terima Kasih untuk seluruh Slankers di Muka Bumi. Terima kasih untuk semua yang sudah mendukung kesuksesan gelaran Konser I SLANK U The Journey Of The Blue Island.

Semoga konsep Konser I SLANK U The Journey Of The Blue Island ini bisa dibawa ke Konser Slank yang digelar di Lapangan. Sampai jumpa di kesempatan berikutnya.
I SLANK U Forever… PISS

Please follow and like us:

Have your say