From Slank for Slankers

   No rekening donasi atas nama Iffet Veceha Sidharta | BRI : 0426-01-000374-56-2 | BCA : 1280-331062 | Mandiri : 124-00-0993372-3 | Total sumbangan : Rp. 216,282,100

From Slank for Slankers

Religi ala Slank

No Comments Uncategorized

Seperti yang kita tahu, saat ini Slank sedang melangsungkan tur 25 kota bersama salah satu produsen rokok ternama di Indonesia, yaitu Djarum Coklat Extra. Berbeda dari tur Slank biasanya, tur bersama salah satu produk dari PT.Djarum ini bertemakan Religi atau keagamaan. Ngomong – ngomong tentang agama, tentu saja yang langsung terlintas di kepala kita adalah Tuhan Sang maha pencipta yang maha Esa.

“Slank kapan bikin album Religi.?” Pertanyaan dari para Slankers ini selalu terdengar di setiap bulan Ramadhan tiba. Kalau kita telisik lebih jauh, sebenarnya Slank juga sudah membicarakan tentang tuhan sejak album pertama. (Karena biar bagaimana Slank punya Tuhan)

Salah satu lagu yang bertemakan rohani pada album pertama Slank adalah lagu ‘Karang’. Meski tidak dibuatkan video klip, namun Slankers tentunya hafal banget sama lagu ini. Kalau dilihat dari liriknya, lagu ini lebih menceritakan kepada rasa penyesalan terhadap diri sendiri yang semakin pudar keimanannya. Lagu ini juga sering digunakan Slanker sebagai status di jejaring sosial untuk mewakili apa yang mereka rasakan, singkatnya lagu ini menjadi lagu pengiring saat Slanker ingin bertaubat.

Selain lagu ‘Karang’ tadi, pada tahun 1999 Slank juga menciptakan lagu berjudul ‘Yin Yang’ dan diselipkan di album ‘999+09 Biru’. Yin Yang merupakan filosofi dari negeri Cina yang sering digunakan untuk mendeskripsikan sifat Kekuatan yang berlawanan dan bagaimana mereka saling membangun satu sama lain. Yin adalah sisi hitam dengan titik putih pada bagian atasnya, sementara Yang adalah sisi putih dengan titik hitam pada bagian atasnya. Banyak juga yang menterjemahkanYin sebagai wanita dan Yang sebagai pria. Slank menggunakan filosofi Cina tersebut untuk mewakili kebimbangan perasaan atau pertempuran hati.

For Some Info : Setiap membuat lagu, Slank selalu meninggalkan misteri didalamnya. Jadi Slank tidak pernah yang namanya menandai langsung lagu itu untuk apa atau menuju kepada siapa, masing – masing penikmat musik Slank punya interpretasi sendiri – sendiri untuk mengartikannya.

Termasuk salah satu lagu yang terdapat di album ‘Virus’ yang merupakan album studio ke – 10 Slank. Di album yang bercover depan bagian perut wanita dengan tatto logo Slank ini, Bimbim menciptakan sebuah lagu berjudul “#1” (Nomor 1). Pada lagu ini, untuk pertama kalinya Slank memasukkan unsur orkestra di dalam lagunya dengan bekerja sama dengan Erwin Gutawa Orkestra yang dipimpin oleh seorang Komposer kenamaan dan ayah dari Penyanyi muda berbakat Gita Gutawa, yaitu Erwin Gutawa. Lagu ini khusus diciptakan untuk seorang wanita yang sangat berarti untuk Slank, seorang Bidadari Penyelamat para personil Slank, yaitu Bunda Iffet Veceha Sidharta. Seperti petikan bait terakhir lagu tersebut, “Tanpa cintamu aku pasti, MATI.” Seperti itulah kenyataan yang dialamai Slank. Tanpa cinta seorang Bunda Iffet, Slank pasti telah tiada. Maka dari itu Slank menciptakan lagu tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap Bunda Iffet, dan sekaligus sebuah dedikasi untuk seseorang yang selalu setia di balik sedih senangnya setiap orang.

Kalau menurut gue, selain bisa didedikasikan untuk orang tercinta, lagu yang video klipnya menampilkan para personil Slank bertelanjang dada di akhir klipnya ini juga sangat cocok sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan yang maha Esa. Karena Tuhan hanya satu, dan memang nomor satu.
Sebenarnya banyak banget lagu Slank yang kalau diartikan secara harfiah religinya kena banget. Tapi karena gue bukan ahli agama jadi ya begitu saja.
PISS

Please follow and like us:

Have your say