From Slank for Slankers

   No rekening donasi atas nama Iffet Veceha Sidharta | BRI : 0426-01-000374-56-2 | BCA : 1280-331062 | Mandiri : 124-00-0993372-3 | Total sumbangan : Rp.126,822,000

From Slank for Slankers

Berantakan Macet Wawut2an

No Comments Uncategorized

“Bangun pagi mau rekaman di Jackson, naik bis dari Potlot ke Pluit..¬†Jalanan berantakan wawut – wawutan, udah sumpek… MACET..!!!”¬† Penggalan lagu BMW ciptaan Bimbim dan Pay yang terdapat di album PISS di atas merupakan kejadian nyata yang dialami oleh Slank, di kota Jakarta pada tahun 1993. Entah kenapa, sampai saat ini kejadian serupa masih saja terjadi di Ibukota Jakarta.

Kalau kita hitung mundur sejak tahun 1993 saja, berarti sudah hampir 20 tahun kemacetan melanda Jakarta. Itu kalau dihitung sejak tahun 1993 lho. Berbagai cara juga telah dan tengah dilakukan Pemerintah daerah ataupun Pemerintah pusat untuk mengurangi kemacetan di kota Jakarta. Salah satunya dengan menghadirkan Bus Trans Jakarta, Jalan Layang Non Tol, ataupun yang lainnya. Meski begitu, tetap saja macetnya Jakarta tak kunjung menghilang dari kota yang juga Slank tinggali ini. Para calon Pemimpin Jakarta yang sedang mempromosikan diri juga sudah mulai mengumbar janji – janji akan membereskan kemacetan dari kota Jakarta. Kita nantikan saja.

Kemacetan Jakarta bukan hanya di pagi hari, macet juga kerap terjadi saat malam akan menjelang atau tepatnya jam pulang kantor. Dapat dilihat di berbagai daerah di kota ini, ada saja jalan yang lalu lintasnya tersendat. Penyebabnya juga beragam, mulai dari kecelakaan, putar balik jalan yang dikendalikan ‘Pak Ogah’, hingga genangan air ketika hujan. Mungkin karena rasa lelah setelah bekerja atau karena adanya keperluan mendesak, sehingga kebanyakan dari masyarakat Jakarta merasa sangat kesal, marah, dan emosinya menjadi lebih tinggi apabila terkena macet. Tak jarang pula, keributan antar pengguna jalan terjadi di tengah jalan raya (yang tentunya membuat semakin macet). Entah disebabkan karena terserempet karena saling menyalip, atau menerobos lampu lalu lintas yang membuat kesal pengendara lain.

owh

Sebenarnya, banyak cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan penat ketika terkena macet. Salah satunya cara yang dapat dilakukan, terlebih untuk pengguna kendaraan roda empat adalah mendengarkan musik. Bermacam jenis musik juga bisa menjadi pilihan. Tapi kalau boleh saran, lebih baik tidak mendengarkan musik yang terlalu berisik. Karena apabila sudah merasa sumpek dengan macet dan suara bising klakson pengendara lain, musik berisik justru semakin membuat pikiran semakin korsleting. Tapi kalau dipikir musik berisik bisa menenangkan, silahkan saja.

Nggak perlu bingung juga memilih lagu apa yang cocok untuk didengarkan ketika macet. Cara mudah yang dapat dilakukan adalah cukup memutar cd I SLANK U The Album saja. Karena alunan indah penuh cinta dari Slank, dijamin akan menenangkan suasana hati dan pikiran kamu yang sedang galau karena macet. Tidak perlu khawatir juga kalau di dashboard mobil tidak ada cd I SLANK U. Karena outlet KFC tersebar di berbagai daerah, jadi kamu bisa singgah ke KFC terdekat di jalan yang kamu lewati untuk membeli cd I SLANK U The Album. Sekaligus juga, kamu bisa melepas rasa lapar dengan memesan beberapa menu di KFC. Siapa tahu kamu yang beruntung mendapatkan Golden Ticket yang terdapat di dalam kemasan cd I SLANK U The Album. Dengan ini,tentunya rasa penat akan kemacetan akan hilang.

For Some Info : Kalau untuk kendaraan roda dua, rasanya cukup berbahaya kalau mendengarkan musik sambil berkendara. Apalagi kalau didengarkan melalui headset di telinga. Karena penggunaan headset sambil berkendara (apalagi untuk mendengarkan musik keras) cukup berbahaya. Karena selain dapat menyebabkan pendengaran berkurang, hal ini juga memungkinkan kita tidak mengetahui apa yang terjadi di sekitar, dan tidak sadar kalau klakson dari kendaraan lain berbunyi untuk memperingatkan.

Semoga saja kemacetan di Kota Jakarta dan Kota lainnya di Indonesia cepat menghilang. Agar lagu BMW tidak lagi menjadi lagu pengiring Slankers pengguna jalan raya.

Please follow and like us:

Have your say